RSS

Liputan Humas DJHKI Tentang ICF Korea

ICF

International Cultural Foundation (ICF) Visit In Jakarta

 
Leave a comment

Posted by on September 2, 2014 in Office

 

Mimpi Hanyalah Bunga Tidur

22 Juli 2014. Dengan mengucap Alhamdulillahhirobbilalamin.. Selesai sudah pilpres tahun ini dengan damai. Bangsa ini tertolong dengan adanya bulan ramadhan, bulan suci yang penuh berkah, bulan yang dapat membuka mata, telinga dan hati umat yang meyakininya. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW :
“Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah, di dalam bulan tersebut, rahmat diturunkan, dosa-dosa dihapuskan, dan doa-doa dikabulkan. Allah melihat kalian semua berlomba-lomba di dalam bulan ini, maka Dia merasa bangga terhadap kalian dan para malaikat. Maka perlihatkanlah segala macam kebaikan diri kalian di hadapan Allah. Sebab orang yang celaka adalah orang yang terhalang mendapatkan rahmat Allah pada bulan tersebut.” (Riwayat Ath-Thabrani). Tidak lupa mengucapkan selamat untuk Presiden dan Wakil Presiden terpilih bapak Ir. H. Joko Widodo dan Drs. H.M. Jusuf Kalla, SEMOGA AMANAH, dan bagi yang kalah harus bisa menerima dengan lapang dada. Dan yakinlah bahwa ada sebuah hikmah dibalik semua ini. Barakallahu fikum…

Baca Postingan Saya Sebelumnya –> Mimpi Bertemu Dengan Bapak Joko Widodo Capres 2014

 
2 Comments

Posted by on July 22, 2014 in Serba-Serbi

 

Mimpi Bertemu Dengan Bapak Joko Widodo Capres 2014

9 Juli 2014. Dengan mengucap bismillahirrohmanirrohim hari ini saya memilih. Tentunya saya memilih nomor 2, dan saya meyakini itu. Dibulan puasa ini, sebagai umat Islam saya melakukan berpuasa, dan salah satu yang dapat membatalkan puasa adalah dengan berbohong kepada Allah SWT. Demi Allah beserta Rasul-Nya, mengapa saya memilih nomor 2, karena sebelumnya saya pernah bermimpi, dalam mimpi saya tersebut dikunjungi dan berjabat tangan dengan Bapak Joko Widodo dan beberapa orang yang saya kenal seperti Bapak Dede Yusuf Macan (Wagub Jabar), Bapak Fathlurachman (Kakanwil Aceh Kemenkumham), dan Bapak Irbar Susanto (Kasi di Ditjen HKI). Spontanitas setelah mimpi tersebut saya bercerita kepada istri saya Nenni Amalia dan keluarga tercinta, kemudian keesokan harinya dikantor saya bercerita kepada teman-teman. Adapun yang mendengarkan dan menjadi saksi cerita saya adalah Bapak Irbar Susanto itu sendiri, Bapak Mustofa, Ibu Sukarni, Ibu Mei, Mosad Monik, Tommy Tyas Abadi, Totok Rikanto, Mardani Andy, Yadi Ngkong, Roselinda Dwi Wahyuni, Fita Permata, Rizki Harit, Muh Fatchurrohman, Khairoel Irwan, Andri Anggoro Andri, Fadly Latief, Iwan Adriansyah Hasibuan, Urip Priyono, Ade Candra, Andrie Soeparman, Meigi Duck, Lilik Budianto, WanIntan Salindri, teman-teman di group bbm Renstra3 Irni Irny, Andez Luhendra, Kang Udo, Lisca Presylia dan teman-teman lainnya yang tidak bisa disebut satu-persatu. Entah apa arti mimpi tersebut, ada yang bilang itu mimpi yang sangat bagus, dan itupun akhirnya di-iyakan oleh Bapak Mustofa, dan saya meng-amini itu walaupun mimpi hanyalah bunga tidur. Dari hal itulah menjadikan saya meyakini untuk memilih nomor 2 pada pemilihan presiden kali ini, dimana pada tahun-tahun sebelumnya tidak pernah se-antusias ini untuk memberikan dukungan, dimana semangat itu datang dari hati nurani karena melihat permasalah moral dan mental para pemimpin bangsa ini yang jauh dari amanah terlalu angkuh hanya untuk segelintir harta dan kekuasaan semata. Dengan di iringi doa serta semangat berpuasa ramadhan kali ini saya berharap semoga Bapak Joko Widodo dapat terpilih menjadi presiden. Tidak mengurangi cara berpikir dengan logika, juga tidak mengedepankan fanatisme semata, bukan untuk mencari sensasi ataupun meramal mendahului kehendak sang pencipta, tetapi hanya untuk mengungkapkan mimpiku secara gamblang yang semuanya itu saya rasakan nyata karena melihat figur Bapak Joko Widodo yang sederhana, merakyat, bisa sebagai pemimpin yang dapat memberikan tauladan, bekerja jujur dan ikhlas. Indonesia butuh pemimpin yang seperti itu, pemimpin dari rakyat yang dekat dengan rakyatnya, pemimpin yang mau mendengarkan aspirasi rakyatnya, pemimpin yang tegas dan disegani bukan pemimpin yang ditakuti, tinggi hati dan arogansi ketika berkuasa. Saya rasa itu modal utama dalam memimpin untuk membangun negara ini 5 tahun kedepan yang lebih baik. Tetaplah berbuat baik apapun hasil pemilihan umum tahun ini. Menang tak jumawa, kalah lapang dada. Waallahua’lam. Barakallahu fikum… Salam Damai Untuk Semua…

 
Leave a comment

Posted by on July 9, 2014 in Serba-Serbi

 

Dari Gangnam Style, Goyang Caisar Sampai Goyang Oplosan Soimah

Masih ingat fenomena Gangnam Style yang di populerkan oleh PSY, artis, rapper dan komedian asal Korea tahun 2012 lalu. Video Gangnam Style ini menjadi video youtube paling populer, kurang lebih 150 juta kali video ini dilihat di youtube. Bahkan pada 20 September 2012 lalu, video ini juga masuk rekor dunia di Guiness Book of Record. Sampai-sampai masyarakat di belahan dunia sendiri berperilaku dengan melakukan tarian ala gangnam Style tersebut. Hal itu dikarenakan pemerintah Korea sangat gencar untuk mempromosikan karya hasil ciptaan artisnya hingga manca negara, itu yang kita kenal dengan 한류 ”Hanryu/Hallyu” atau “Korean Wave”.  Salah satu bukti nyata yang terjadi di Indonesia saat car free day pada hari minggu 9 September 2012, ketika ada beberapa anak muda melakukan tarian ala Gangnam Style di Bundaran HI yang akhirnya mereka sukses mengajak ratusan orang bergoyang ala Gangnam Style.

Mari kita melihat skala nasional. Siapa yang tidak kenal dengan Goyang Caisar? Goyang dengan latar belakang lagu ‘Buka Dikit Joss’ ciptaan dari Krisna Purna yang telah akrab di masyarakat jawa kini dipopulerkan kembali oleh Caisar Aditya Putra melalui acara di salah satu televisi swasta di Indonesia. Walaupun hanya berupa goyangan saja yang terkesan unik dan kocak tetapi dapat memberikan hiburan tersendiri. Sama halnya ketika kita sebelumnya disuguhkan oleh goyangan khas Korea “Gangnam Style”, goyangan yang memiliki khas tersendiri, dimana setiap orang yang melihatnya pasti ingin mengekspresikan diri dan mau tidak mau membuat badan akan langsung ikut bergoyang.

Adalagi, belum lama ini “Goyang Oplosan” oleh Soimah presenter/pembawa acara televisi, membuat tren goyang dangdut baru setelah sebelumnya goyang Caisar, kini ada goyang Oplosan yang mungkin akan menggeser tren goyang ala Ceisar kelak. Lagu dengan judul “Oplosan” tersebut diciptakan oleh Nur Bayan asli Kediri yang pertama kali dinyanyikan oleh Wiwik Sagita sang penyanyi asli dari lagu tersebut. Kini lagu tersebut dipopulerkan kembali oleh penyanyi Soimah melalui acaranya di salah satu televisi swasta di Indonesia.

Fenomena goyangan “Caisar” dan goyang “Oplosan” ini dianggap dapat menandingi gempita “Gangnam Style” dan membuat seluruh masyarakat di Indonesia terpukau. Terpikirkankah oleh anda bagaimana bisa begitu? dan bagaimana bisa menjadi suatu fenomena?

Sebelumnya saya mau melihat kebelakang dulu mengenai catatan saya dalam blog ini tentang kilas balik laporan penugasan Korea saya, dimana ada statmen seorang profesor dari universitas Yonsei Korea yang menyatakan bahwa :

indexKetika berbicara Budaya dan Hak Cipta, keduanya dapat dikatakan merupakan hal yang berbeda, tetapi keduanya harus dapat bersinergi berjalan saling melengkapi. Di analogikan ketika Budaya itu di promosikan, maka sistem hak cipta memproteksi secara otomatis hal-hal yang terdapat unsur hak ciptanya. (Prof. Park, Deok Young – Yonsei University)index

Mengingat budaya menurut kamus besar bahasa indonesia adalah pikiran; atau akal budi; atau adat istiadat; atau sesuatu mengenai kebudayaan yg sudah berkembang (beradab, maju); atau sesuatu yg sudah menjadi kebiasaan yg sudah sukar diubah.

Sedangkan Hak Cipta menurut Undang-undang Hak Cipta Korea Copyright Act number 9625 of 2009 “Article 1 (Purpose) The purpose of this Act is to protect the rights of authors and the neighboring rights and to promote fair use of works in order to contribute to the improvement and development of the culture and related industries.”

Berbeda dengan definisi Hak Cipta menurut Undang-undang Hak Cipta No.19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta. “Hak Cipta adalah hak eksklusif bagi Pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak Ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku”. Dimana dari kedua definisi hak cipta tersebut sangat kontra. Korea lebih mengedepankan “tujuan” dari hak cipta sedangkan di indonesia lebih mengedepankan “Hak”.

Fenomena yang terjadi di indonesia menurut saya adalah merupakan penerapan dari Undang-undang Hak Cipta Korea, dimana tujuannya adalah untuk melindungi hak-hak pencipta dan hak-hak terkait dan untuk mempromosikan penggunaan yang adil dari pekerjaan dalam rangka memberikan kontribusi terhadap peningkatan dan pengembangan budaya dan industri terkait. ” Pengalaman saya selama 6 (enam) bulan dikorea sudah menganalisis fenomena tersebut diatas, dimulai dari waktu PSY dengan “Gangnam Style”nya sudah nge-trend di negara tersebut. Sampai-sampai saya bosan dengan lagu “Gangnam Style” yang selalu diputar di tempat-tempat hiburan, cafe, retaurant, dan lainnya di Korea dan disiarkan melalui media elektronik bahkan dipublikasikan di non media elektronik selama 4 bulan terus menerus. Intinya adalah pemerintah Korea sangat gencar untuk mempromosikan karya ciptaan artisnya skala nasional hingga manca negara.

Oleh karena itu saya dapat berkesimpulan dengan mempromosikan karya-karya ciptaan seseorang yang dianggap sudah membudaya di masyarakat pada daerah tersebut secara nasional dapat memberikan kontribusi peningkatan dan pengembangan budaya skala nasional. Melalui lembaga penyiaran atau industri terkait dapat memberikan kontribusi peningkatan dan pengembangan budaya tersebut. Itu semua sudah dilakukan oleh salah satu televisi swasta di Indonesia, yaitu TransTV yang sangat gencar dan aktif. Bagaimana dengan stasiun televisi swasta lainnya?? bagaimana dengan Ditjen HKI?? bagaimana kementerian-kementerian terkait?? Karena saya melihat hanya sedikit yang mempunyai visi seperti ini dan masih bersifat sektoral swasta. Jika untuk skala nasional harus ada peran aktif dan andil dari pemerintah Indonesia dan pihak terkait yang terlibat dalam memajukan seni dan budaya Indonesia kedepan. Kiranya wacana ini dapat menginspirasi. -sekian-

 
Leave a comment

Posted by on January 8, 2014 in Office

 

Liputan Humas DJHKI Tentang Renstra

renstra

Konsinyering Penyusunan Renstra 2015-2019

 
Leave a comment

Posted by on August 14, 2013 in Office

 

Kilas Balik Laporan Penugasan ke Korea

Artikel ini adalah merupakan laporan singkat sehubungan dengan penugasan saya  mengikuti Cultural Partnership Initiative Program 2012, di Seoul, Korea Selatan pada tanggal 01 Juni 2012 sampai dengan 30 November 2012. Adapun laporan ini ditujukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan tembusan kepada Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Sebagai unit eselon I dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual memiliki peranan strategis dalam membuat kebijakan nasional tentang Kekayaan Intelektual dalam hal ini dikhususkan kebijakan nasional mengenai Hak Cipta.

Tertanggal, 01 Maret 2013.

KementerianKebudayaan, Olahraga dan Pariwisata Korea berperan aktif dalam mempromosikan budaya, olahraga dan pariwisata melalui “event” yang dinamakan Cultural Partnership Initiative (CPI). Korea Copyright Commission (KCC) adalah kantor hak cipta korea dibawah naungan MCST “The Ministry of Culture, Sports and Tourism” Kementerian Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata Korea. KCC mempunyai tugas sebagai  mediasi sengketa hak cipta, pendaftaran hak cipta, penilaian dan penelitian sistem hukum (rekomendasi draft kebijakan hukum untuk disampaikan ke MCST), mengambil tindakan terhadap beragam jenis pelanggaran hak cipta dengan berkonsentrasi pada proyek-proyek baru termasuk hak cipta digital forensik dan teknis serta melindungi karya-karya kami di luar negeri dengan melakukan kerjasama dengan negara-negara terkait lainnya.

index

Ketika berbicara Budaya dan Hak Cipta, keduanya dapat dikatakan merupakan hal yang berbeda, tetapi keduanya harus dapat bersinergi berjalan saling melengkapi. Di analogikan ketika Budaya itu di promosikan, maka sistem hak cipta memproteksi secara otomatis hal-hal yang terdapat unsur hak ciptanya. index(Prof. Park, Deok Young – Yonsei University)

 

Disinilah tugas KCC selalu men-support dari kegiatan-kegiatan yang dibuat oleh MCST.  Mengenai Collective Management Organization (CMO) di Korea Sebuah CMO adalah non-profit, non-pemerintah, badan hukum yang diberikan wewenang oleh pencipta, pemegang hak cipta, atau pemegang hak terkait untuk mengelola beberapa hak ekonomi dan mengumpulkan dan mendistribusikan royalti. CMO harus dibagi berdasarkan bidang pekerjaan mereka dan wewenang untuk mengelola kategori lapangan karya cipta atau karya hak terkait. Di Korea ada 12 CMO, masing-masing bertanggung jawab dari satu kategori karya hak cipta atau hak terkait. Misalnya Korea Music Copyright Association (KOMCA) mengelola hak kinerja masyarakat, hak penyiaran, hak reproduksi dan hak transmisi interaktif karya musik. CMO harus harus memiliki sistem manajemen administrasi dan kemampuan keuangan untuk mengumpulkan dan mendistribusikan royalti berdasarkan pada sistem administrasi keuangan dan akuntansi, dan membangun sistem manajemen aset sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sebuah CMO harus mendapatkan ijin operasi dari pemerintah. Dalam hal ini MCST sebagaimana ditentukan oleh Keputusan Presiden. KCC di bawah naungan MCST memiliki kewenangan untuk membuka pendaftaran CMO dan mengumpulkan data yang akurat dari CMO digunakan untuk memberikan masukan kepada MCST yang kemudian disahkan oleh MCST.

index

Bahwa issu terkini di Korea adalah membahas tentang “Promoting the use of works in global digital environment : Creative Utilization of Orphan Works” Mempromosikan penggunaan karya hak cipta dalam lingkungan digital global dimana karya cipta tersebut berasal dari ciptaan yang tidak diketahui penciptanya. (Seoul Copyright Forum 2012) index

 

Pemerintah Korea memanfaatkan karya cipta yang bersifat publik domain / sudah habis masa perlindungannya serta karya cipta yang berasal dari ciptaan yang tidak diketahui penciptanya dengan cara menginventarisir dan membuat suatu database yang nantinya negara yang memegang hak atas ciptaan tersebut yang dapat digunakan secara non komersil kepada masyarakat Korea, pengecualian terhadap negara lain yang akan menggunakan karya ciptaan tersebut.

 
Leave a comment

Posted by on March 1, 2013 in Office

 

Program 6 Bulan di Korea Oleh MCST, KCC, dan CPI.

안녕하세요! (Annyeonghaseyo)

Apa Kabar Ditjen HKI! Salam hangat untuk para pembaca.

“2013” merupakan tahun saya mulai kembali bekerja. 6 (enam) bulan waktu yang tidak sedikit, dan lumayan cukup lama bagi saya untuk mengemban ilmu khususnya studi mengenai  hak cipta di Korea.  Hmm… kira-kira apa yang bisa di “share” tentang Korea dari saya coba berikan dan kiranya bermanfaat untuk rekan sekalian.

Program yang saya ikuti bernama CPI  “Cultural Partnership Initiative”  suatu kegiatan untuk mempromosikan budaya Korea yang  aktif mendukung kegiatan dari MCST “The Ministry of Culture, Sports and Tourism” . Kementerian Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata Korea telah melakukan proyek residensi dan pertukaran budaya yang mengundang spesialis dalam bidang budaya, seni, industri, pariwisata, dan pendidikan olahraga untuk jangka waktu tertentu. Program selalu diadakan tiap tahun, dan merupakan kerjasama secara bilateral terutama untuk negara  tetangga sekitar Korea dan Negara-negara yang sedang berkembang pada umumnya.

Selama disana saya belajar mengenai sejarah singkat Korea, Bahasa Korea (Hangul) selama 1 semester di Universitas Kyunghee, olahraga ”Martial Art” (Taekwondo dan Tekyon), wisata kuliner makanan-makanan korea (seperti : kimci, bulgogi, samgetang, produk ginseng dll), tempat-tempat wisata yang ada di Korea (seperti : Jeju Island, Nami Island latar tempat drama Winter sonata, Petite France, dll ) serta melakukan studi tentang Hak cipta kususnya tentang CMO “Collective management Organization” pada KCC “Korea Copyright Commission”.

Taukah anda pemerintah Korea telah meningkatkan perluasan 한류 ”Hanryu/Hallyu” yang kita kenal dengan sebutan “Korean Wave” yang saat ini telah mendunia ke manca negara. Seperti yang kita kenal dari K-Pop baru-baru ini tentang “Gangnam Style” lagu yang dinyanyikan oleh artis Korea bernama “Psy” yang menjadi video urutan pertama yang ditonton lebih dari 1 miliar kali di YouTube sampai memiliki beberapa macam versi dari video aslinya. Kuncinya adalah produk hak cipta tersebut di budayakan dan dilanjutkan dengan mempromosikan ke seluruh dunia, misalnya Eropa, Amerika Selatan dan Tengah Afrika di luar Asia. Tentu hal itu dikarenakan peran aktif dari KCC “Korea Copyright Commission” telah secara agresif mengejar proyek  yang berkaitan dengan hak cipta dan melindungi hak cipta di dalam dan luar negeri.

KCC “Korea Copyright Commission” adalah kantor hak cipta korea dibawah naungan MCST “The Ministry of Culture, Sports and Tourism”  Kementerian Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata Korea.  Di tempat inilah saya mendapatkan pelatihan dan pengajaran tentang hak cipta secara umum dan spesifik. KCC dipimpin oleh seorang  chairman yang mempunyai Visi misi

  1. memperkuat fungsi publik dari Korea Copyright Komisi untuk melindungi hak cipta dan menciptakan lingkungan untuk penggunaan yang adil.
  2. berusaha untuk memperkuat pertukaran global dan kolaborasi untuk secara efektif merespon pelanggaran terhadap karya-karya kami di negara-negara asing lainnya.
  3. membuat Korea Copyright Komisi untuk menjadi agen dipercaya oleh rakyat dengan mempertahankan keseimbangan antara perlindungan hak cipta dan pemanfaatan.

KCC juga mempunyai tugas sebagai  mediasi sengketa hak cipta, pendaftaran hak cipta, penilaian dan penelitian sistem hukum (rekomendasi draft kebijakan hukum untuk disampaikan ke MCST), mengambil tindakan terhadap beragam jenis pelanggaran hak cipta dengan berkonsentrasi pada proyek-proyek baru termasuk hak cipta digital forensik dan teknis serta melindungi karya-karya kami di luar negeri dengan melakukan kerjasama dengan negara-negara terkait lainnya.

Satu hal yang menarik! Mengapa korea bisa maju begitu pesat? Mereka mempunyai motto penyemangat untuk maju yaitu : 파이팅!!! Dibaca à Fighting!!!

Semoga bermanfaat

감사합니다! Kamsahamnida!

Info : http://www.culturefriends.or.kr  (CPI Website)

: https://www.copyright.or.kr/  (KCC Website)

 
Leave a comment

Posted by on January 31, 2013 in Office